Latest News :
Selamat Datang di Agenliga.info – Agen Bola Terpercaya
Apabila Anda membutuhkan bantuan, silahkan Hubungi CS yang bertugas!!

Agen Bola - Agen Bola SBOBET - Agen Bola IBCBET - Bola Tangkas - Togel Online

Subasic Masih Dibayangi Dengan Kematian Custic

Danijel Subasic

Moskow – Danijel Subasic telah mendapat teguran FIFA sebab mengenakan kaus wajah dari Hrvoje Custic, namun tidak peduli. Itu merupakan rekan setim Subasic yang meninggal di 2008.

Subasic serta Custic merupakan rekan satu tim ketika bermain pada NK Zadar semenjak 2003. Selama di kebersamaan lebih dalam dua tahun, keduanya amat akrab pada kehidupan keseharian. Kebetulan, mereka pun juga berasal dari kota Zadar.

Hubungan antara Subasic dengan Custic pada akhirnya mesti tuntas di 2008. Custic meninggal dunia di 3 April 2008 pada usia 24 tahun.

Kematian dari Custic terjadi sebab berusaha mengejar bola hasil tembakan Subasic dari kotak penalti di pertandingan menghadapi NHK Cibalia di 29 Maret 2008. Custic, yang bermain sebagai gelandang, mengejar bola serta duel dengan pemain lawan.

Custic pun hilang keseimbangan serta menabrak dinding beton yang berada sekitar tiga meter di pinggir lapangan. Dirinya segera dibawa ke rumah sakit setempat serta menjalani operasi malam selanjutnya. Usai operasi, dirinya pada kondisi koma serta kondisinya tetap stabil hingga 2 April 2008, tetapi selang satu hari kemudian Custic pun menghembuskan napas terakhir.

Subasic pun menyalahkan dirinya sendiri terhadap kematian Custic. Kiper Kroasia tersebut justru berandai-andai bila bola tidak diarahkan pada Custic, tentu si pemain masih hidup.

Rasa bersalah benar-benar belum hilang di dalam kepala serta hati Subasic. Dirinya bahkan kerap menggunakan kaus bergambar wajah Custic pada setiap laga.

Kaus yang digunakan Subasic tersebut mulai ramai diperbincangkan ketika Kroasia menaklukkan Denmark pada 16 besar ajang Piala Dunia 2018 melalui adu penalti. Subasic melepas jersey-nya serta menunjukkan gambar wajah Custic dengan tulisan “Forever”.

The Sun menulis pada beritanya bila apa yang ditunjukkan Subasic telah mendapat teguran dari FIFA, tetapi kiper 33 tahun tersebut tidak peduli.

“Aku berkata terhadap diriku sendiri bila aku tak memulainya, dia bakal tetap hidup. Usai laga aku mesti pergi. Aku pergi ke Amerika namun susah tidur, dan tersiksa juga dengan jet lag,” ungkap Subasic.