Latest News :
Selamat Datang di Agenliga.info – Agen Bola Terpercaya
Apabila Anda membutuhkan bantuan, silahkan Hubungi CS yang bertugas!!

Agen Bola - Agen Bola SBOBET - Agen Bola IBCBET - Bola Tangkas - Togel Online

Romelo Lukaku kecewa dengan cara MU tangani rumor transfernya

Romelu Lukaku

Romelu Lukaku dilepas Manchester United ke Inter Milan di musim panas ini. Penyerang internasional Belgia itu mengkritik cara MU menangani isu transfernya. Lukaku dijual MU ke Inter dengan biaya 73 juta pound sterling, termasuk bonus-bonus, pada musim panas ini. Pemain 26 tahun itu memang tak jadi pilihan utama Ole Gunnar Solskjaer untuk mengisi posisi depan The Red Devils.

Perjalanan transfer Lukaku dari sekadar rumor hingga benar-benar terwujud berjalan panjang. Sejak akhir musim lalu, sudah ada kabar bahwa mantan pemain Chelsea dan Everton ini bakal dilego. Inter lantas masuk sebagai peminat utama, namun sejumlah tawaran ditolak karena dirasa tak cukup memuaskan oleh MU.

Sampai kemudian kesepakatan resmi terjalin dan kepindahan si pemain terwujud pada 8 Agustus lalu. Satu hal yang sangat disesalkan Lukaku dari transfer ini adalah cara MU menanganinya. Ia merasa tak sedikitpun dilindungi oleh klub sejak spekulasi masa depannya mulai muncul. Klub justru terkesan membiarkan rumor berkembang. Pada akhirnya Lukaku pun menyadari lebih baik pergi.

“Banyak omongan yang beredar, di mana saya tak merasa dilindungi. Saya merasa banyak rumor, ‘Rom akan ke sana’, ‘Mereka tak menginginkannya’, dan tak satupun keluar untuk membungkam itu. Itu berjalan selama tiga, empat pekan, saya menunggu seseorang muncul dan meredamnya. Itu tak terjadi,” ujarnya dalam Podcast bersama Josh Hart, pemain NBA untuk klub New Orleans Pelicans.

“Saya sempat berbicara, memberi tahu mereka kalau lebih baik pisah jalan. Kalau Anda tak mau melindungi seseorang, semua rumor ini keluar. Saya cuma ingin kalian bilang ‘Rom akan memperjuangkan tempatnya’. Tapi itu tak pernah terjadi selama empat, lima bulan. Yang ada adalah pembicaraan semacam ‘Dia harus pergi, dia tak layak ada di sana’. Ya oke, jadi saya mau pergi saja,” imbuh Lukaku.

“Kalau Anda bahagia, Anda menemukan jalan, tidak peduli apakah Anda di bangku cadangan atau jadi starter. Tapi tak satupun memberi tahu saya situasinya. Jadi saya berpikir selama dua, tiga pekan untuk menganalisis, melihat semua cerita ini keluar,” ungkap Lukaku.              “Siapa yang membocorkan? Bukan saya, bukan agen saya. Saya melihatnya di telepon genggam, muncul tiba-tiba. Saya bilang ke mereka, tidak bagus buat saya berada di tempat di mana saya tak diinginkan. Kami tidak bodoh.”

“Mereka menganggap kami bodoh, tapi kami tak bodoh. Kami tahu siapa yang membocorkan dan melakukan hal-hal ini. Saya bilang ke mereka, Anda tak bisa bekerja seperti ini, lebih baik buat saya pergi sekarang,” imbuhnya.