Latest News :
Selamat Datang di Agenliga.info – Agen Bola Terpercaya
Apabila Anda membutuhkan bantuan, silahkan Hubungi CS yang bertugas!!

Agen Bola - Agen Bola SBOBET - Agen Bola IBCBET - Bola Tangkas - Togel Online

Rapor Leicester di Bawah Kendali Vichai Srivaddhanaprabha

Vichai Srivaddhanaprabha

Rapor Leicester City di bawah kendali Vichai Srivaddhanaprabha tergolong apik dengan keberhasilan tampil di Liga Primer Inggris dan menjadi juara pada musim 2015/2016.

Leicester adalah salah satu tim medioker di Inggris. Lebih sering berada di papan tengah atau bersaing menghindari jurang degradasi level tertinggi sepak bola di Inggris dan juga pernah terjerembab ke divisi tiga kompetisi sepak bola di Inggris.

Pada Agustus 2010 Vichai dan anaknya Aiyawatt membeli klub yang bermarkas di kota Leicester itu di bawah konsorsium Asia Football Investements. Berselang enam bulan kemudian Vichai menggantikan Milan Mandaric sebagai orang nomor satu di klub tersebut

Pada musim 2010/2011skuat berjuluk The Foxes berada di peringkat kesepuluh Football League Championship atau kompetisi divisi kedua di Inggris.

Setahun berselang, perbaikan peringkat dialami Leicester. Tim yang diarsiteki Sven-Goran Eriksson dan kemudian ditangani Nigel Pearson itu berhasil naik satu peringkat di klasemen, menempati peringkat kesembilan.

Grafik menanjak ditampilkan Leicester pada musim 2012/2013 dengan menempati peringkat keenam di divisi kedua. Kans naik ke Liga Primer pun didapat, namun kekalahan 2-3 dari Watford membuyarkan impian tampil di kompetisi elite.

Ambisi menembus Liga Primer terwujud pada akhir musim 2013/2014 ketika berhasil tampil sebagai juara Championship. Leicester pun kembali bersaing dengan klub-klub top asal Inggris.

Musim pertama di Liga Primer berakhir dengan finis di peringkat ke-14. Cerita indah Leicester terjadi semusim setelahnya. Pada musim 2015/2016, klub yang didirikan pada 1884 itu menjadi juara liga tertinggi di Inggris.

Pada musim pertama di bawah arahan Claudio Ranieri, Leicester meraih 81 poin, unggul 10 poin dari Arsenal yang menghuni peringkat kedua. Riyad Mahrez dan kawan-kawan ketika itu membukukan 23 kemenangan dan 12 hasil imbang serta hanya tiga kali kalah.