Latest News :
Selamat Datang di Agenliga.info – Agen Bola Terpercaya
Apabila Anda membutuhkan bantuan, silahkan Hubungi CS yang bertugas!!

Agen Bola - Agen Bola SBOBET - Agen Bola IBCBET - Bola Tangkas - Togel Online

Pochettino Mungkin Sudah Pergi Jika Tottenham Juara Liga Champions

Mauricio Pochettino

 

Tottenham Hotspur mungkin merasa bersyukur atas kekalahan di final Liga Champions 2018/2019. Sebab, jika The Lilywhites menjadi juara, Mauricio Pochettino kemungkinan akan pergi meninggalkan Tottenham Hotspur Stadium.

Tottenham melaju ke final untuk pertama kalinya dengan melawan Liverpool di Wanda Metropolitano. Dalam prosesnya, Tottenham mampu menang dengan dramatis atas Manchester City dan Ajax Amsterdam di babak knock out.

Sayangnya keinginan meraih trofi Si Kuping Besar mesti pupus sesudah dikalahkan 0-2 oleh Liverpool. Tottenham tidak bisa mengakhiri puasa gelarnya, sementara Pochettino juga masih belum memberikan trofi pertamanya kepada klub London Utara tersebut.

Mesti diakui jika trofi akan menyempurnakan kinerja Pochettino sebagai manajer Tottenham. Sejak tahun 2014, manajer asal Argentina itu memang dipuji kinerjanya karena bisa membawa Tottenham bersaing id papan atas dan selalu rutin bermain di Liga Champions.

Akan tetapi ada hikmah juga di balik kegagalan Tottenham menjadi juara karena mereka masih dapat merasakan lagi sentuhan Pochettino di lapangan. Sebab Pochettino berpikir akan pergi kalau berhasil menjadi juara.

“Tentu saja hal tersebut akan selalu terpikirkan oleh Anda (pergi). Anda tak akan pernah tahu. Kalau saya sih, saya selalu mengutamakan klub di atas diri saya sendiri” kata Pochettino.

“Akan tetapi mungkin bakal beda ceritanya kalau kami menang di final kemarin dan Anda akan berpikir, ‘Oke, mungkin inilah waktunya untuk pergi meninggalkan klub, keluar dari klub dan memberikan mereka kesempatan untuk membuka lembaran baru bersama pelatih baru” sambung manajer berusia 47 tahun itu.

“Namun sesudah final, saya merasa tak bagus kalau harus berakhir seperti ini. Saya bukanlah orang yang suka menghindar dari masalah atau situasi yang sulit” lanjut Pochettino.

“Saya lebih dari itu. Saya adalah orang menyukai sebuah tantangan besar, tantangan sulit dan tentu saja saat ini saya mesti membangun kembali mental para pemian agar dapat mengulang performa yang sama. Saya sangat antusias dan termotivasi sekali” tutup manajer kelahiran Murphy, 2 Maret 1972 itu.