Latest News :
Selamat Datang di Agenliga.info – Agen Bola Terpercaya
Apabila Anda membutuhkan bantuan, silahkan Hubungi CS yang bertugas!!

Agen Bola - Agen Bola SBOBET - Agen Bola IBCBET - Bola Tangkas - Togel Online

Persija Harapkan Hukuman Marko Simic Hanya Denda

Marko Simic

Marko Simic hingga sekarang masih belum dapat terlepas dari jeratan kasus terkait dengan pelecehan di Australia. Persija Jakarta yang merupakan pemilik sah si pemain berharap kalau penyerangnya tersebut hanya mendapatkan hukuman berupa denda saja.

Simic sebelumnya terjerat kasus hukum di Australia. Dia diduga sudah melecehkan seorang perempuan didalam pesawat pada saat menuju Sidney dalam kualifikasi Liga Champions Asia pada saat bulan Febuari yang lalu.

Semenjak saat itu penyerang yang berusia 30 tahun tersebut langsung dicekal untuk keluar dari Australia. Sidangnya tersebut akan dilangsungkan pada saat hari Selasa tanggal 9 April hari ini.

Ardi Tjahjoko yang merupakan pelatih Persija menyebut kalau Simic selalu mau kasusnya segera berakhir hingga mengganti pengacara. Dia sebelumnya ditemani oleh dua orang pengjara yaitu satu dari Kroasia dan yang satu lagi adalah Gusti Randa yang resmi ditunjuk oleh Persija.

Simic disebut telah mengganti pengacaranya yang berasal dari negara Kroasia dan kemudian menggantinya dengan seorang pengacara asal Australia. Pergantian tersebut dikarenakan pengaracara yang sebelumnya disebut kurang agresif dalam mengawal kasus yang menjeratnya.

“Saya masih belum tahu sejauh mana dia (Gusti Randa) mendampinginya kesana. Namun masih belum jelas disana Simic sudah mengganti pengacara juga atau belum. JAdi pengacara pertama mungkin memang kurang agresif dan kemudian dia ganti. Yang kedua juga Simic bilang sama saya bagus, fight. Kelihatannya sih dari Australia,” kata Ardhi.

Ardhi juga berharap kalau Simic tidak akan ditahan didalam kasus ini dan juga hanya dijatuhkan denda. Klub juga disebutnya sudah siap akan membantu andai hukumannya adalah berupa denda.

“Kami tentunya berharap semuanya mudah dan lancar. Disana juga ada tiga hukuman. Yang paling berat itu penjara, denda dan juga kerja sosial. Saya berharap kalau bisa hanya denda saja. Didalam bentuk uang. Dikarenakan setahu saya saksi juga tidak ada. Yang paling memberatkan adalah ditanya kanan kiri juga tidak ada yang melihat kejadian itu,” ujar Ardhi.

“Seandainya memang didenda, seharusnya yang membayar itu amnajemen. Ya saya rasa teknisnya juga belum tahu. NAmun didalam hal yang seperti ini manajemen juga pasti ikut,” tutupnya.