Latest News :
Selamat Datang di Agenliga.info – Agen Bola Terpercaya
Apabila Anda membutuhkan bantuan, silahkan Hubungi CS yang bertugas!!

Agen Bola - Agen Bola SBOBET - Agen Bola IBCBET - Bola Tangkas - Togel Online

Ole Gunnar Solskjaer Bisa Apa Pada Musim Depan?

Ole Gunnar Solskjaer

 

Saya membayangkan kesulitan apa yang ada di dalam kepala Ole Gunnar Solskjaer untuk menghadapi Premier League musim depan. Sejumlah masalah sudah berdatangan bahkan sebelum musim dimulai. Dari mulai pemain yang lebih doyan bermain Instagram daripada berlatih dengan keras, pemain incaran yang tidak kunjung didapat, upaya meyakinkan pemain top yang berniat pergi ke klub lain agar bertahan dan sebagainya.

Saya rasa Solskjaer merupakan pelatih yang paling ragu untuk menyambut Premier League musim depan. Sebagai manajer yang juga adalah legenda klub sebesar Manchester United, Solskjaer menanggung beban yang maha besar. Parahnya, manajer asal Norwegia seakan-akan menopang itu semua hampir seorang diri. Pada musim lalu MU cuma berhasil mengamankan posisi 6 besar dan gagal bermain di Liga Champions musim depan. Akhir balapan di musim 2018/2019 lalu adalah penurunan yang tidak terduga oleh semua orang, terutama suporter The Red Devils.

Sesudah berhasil membangkitkan MU pada awal kedatangannya, di akhir bulan Maret 2019 Solskjaer resmi diangkat sebagai pelatih kepala MU dengan kontrak berdurasi 3 tahun. Ketika itu, Solskjaer amat antusias dan begitu pede seperti penggemar MU pada umumnya. “Sejak hari pertama saya datang ke klub spesial ini, syaa sudah merasa seperti di rumah sendiri” ucap Solskjaer setelah resmi meneken kontraknya.

Usai resmi diikat sebagai manajer, sebagian besar punggawa MU menyambut kegirangan keputusan tersebut. Paul Pogba paling vokal, dengan gagah dia menyebut Solskjaer merupakan orang yang tepat untuk membangkitkan MU mengejar perburuan gelar Premier League pada musim-musim berikutnya. Menurut pemain internasional Prancis itu, Solskjaer sudah berhasil membawa aura yang positif buat MU.

Akan tetapi ucapan tinggal ucapan, sejak diangkat sebagai manajer tetap, Solskjaer bersama MU-nya malah perlahan-lahan menurun performanya di dalam perburuan gelar juara. Menjelang musim tuntas, ‘Setan Merah’ berhalan secara teratur keluar dari perebutan tiket ke Liga Champions. Adalah Pogba yang mendadak menjadi seperti pesakitan. Akhirnya pendapat-pendapat yang meragukan keputusan MU mengontrak Solskjaer adalah sebuah keadaan.

Padahal jika mau berbesar hati, Solskjaer tentu bukan satu-satunya sosok yang berhak disalahkan atas keterpurukan MU di musim lalu. Totalitas pemain juga bisa menjadi biang kerok hancur leburnya MU. Saat ini musim sudah berakhir. Para pemain bakal berlatih lagi di pramusim dan bersiap menjalani musim baru. Sementara manajer berusia 46 tahun itu masih kebingungan mencari cara untuk menyelesaikan sejumlah masalah yang ada di dalam timnya.

Masalah pertama MU mengarungi musim baru adalah susahnya mendapatkan pemain incaran. Musim baru bakal segera dimulai, MU masih sulit mendapatkan amunisi baru untuk memperbaiki kinerja tim di musim depan. Sejumlah pemain incaran terlihat semakin sulit direkrut. MU sudah merilis daftar pemain incarannya untuk mengarungi musim depan, mulai dari Bruno Fernandes, Christian Eriksen, Gareth Bale, Harry Maguire, Jadon Sancho sampai Matthijs De Ligt.

Namun tidak ada satupun yang mampu didatangkan, setidaknya sampai tulisan ini dibuat. Baru Daniel James yang berhasil didatangkan dari Swansea City dengan harga 15 juta poundsterling. James dikontrak selama 5 tahun dan itu sebenarnya merupakan rencana cadangan MU kalau incaran utama gagal didapatkan. Akhirnya hal itu pun menjadi kenyataan.

Sesudahnya, pemain lain yang berhasil direkrut adalah Aaron Wan-Bissaka dari Crystal Palace. Bek kanan itu menjadi rekrutan kedua MU di bursa transfer musim panas ini yang diplot sebagai pengganti Antonio Valencia yang kontraknya tidak diperpanjang lagi. Sesudah 2 pemain itu, MU kesulitan untuk mendapatkan pemain buruannya. Selain tidak diperhitungkan di dalam perburuan gelar juara, pemain incaran MU rata-rata juga menjadi target klub-klub besar lainnya yang mempunyai daya tarik lebih oke.

Apalagi kharisma Solskjaer sebagai pelatih juga kalah top dibandingkan manajer-manajer rival seperti Josep Guardiola dan Juergen Klopp. Sehingga hal itu mempengaruhi pergerakan dari MU di bursa transfer musim panas ini. Apapun alasannya, manajer kelahiran Kristiansund, 26 Februari 1973 itu sedang mempersiapkan diri untuk mengarungi musim yang sangat berat.

Jeleknya pergerakan MU di bursa transfer bukanlah satu-satunya masalah yang bakal membuat MU diprediksi akan terpuruk pada musim depan. Sikap dan etos kerja para pemain juga menjadi masalah lainnya yang mesti dicarikan solusi oleh Solskjaer.