Latest News :
Selamat Datang di Agenliga.info – Agen Bola Terpercaya
Apabila Anda membutuhkan bantuan, silahkan Hubungi CS yang bertugas!!

Agen Bola - Agen Bola SBOBET - Agen Bola IBCBET - Bola Tangkas - Togel Online

Madura United Klaim Ada Kejadian Tak Mengenakan Saat Hadapi Bhayangkara

Haruna Soemitro

Haruna Soemitro yang merupakan manajer klub Madura Unitedn mengakui bahwa ada ada sejumlah hal yang tidak wajar sebelum menjalani pertandingan melawan Bhayangkara FC. Namun apa saja hal tersebut?

Madura United berhasil dikalahkan oleh Bhayangkara dengan skor 1-3 dalam pekan ke 33 di kompetisi Liga 1 dalam laga yang dilangsungkan di Stadion Gelora Bangkalan yang terletak di Madura pada hari Rabu tanggal 8 November 2017. Klub berjulukan Laskar Sape Kerrab tersebut diharuskan tampil dengan hanya delapan pemain saja setelah tiga pemain mereka mendapatkan kartu merah.

Sementara tiga gol yang didapatkan oleh Bhayangkara berhasil dibuat oleh pemain yang baru saja dinaturalisasikan, yaitu Ilija Spasojevic. Sementara satu gol hiburan untuk Madura diciptakan oleh Rizky Dwi Febrianto.

Setelah pertandingan selesai, Haruna menyebutkan ada sejumlah kejadian yang menurutnya aneh sesaat sebelum laga dimulai. Salah satunya adalah disaat puluhan polisi yang masuk kedalam ruan teknis yang dimana juga ikut menyaksikan pertandingan tersebut dalam tribune penonton. Madura merasa bahwa mereka sedikit mendapatkan intimidasi atas kejadian tersebut.

“Ternyata untuk bisa mendapatkan angka tidak harus didapatkan dari lapangan, Anda bisa mendapatkannya diatas meja juga dan tidak perlu ada lagi yang harus berjuang selama 90 menit. Saya mau menyampaikan kata selamat untuk BFC yang telah menjadi juara dalam liga lelucon ini,” kata Haruna.

Selain daripada itu, ada sejumlah hal lagi yang menjadi penyebab bahwa Madura United merasa sangat tidak nyaman didalam pertandingan tersebut.

Berikut kejadian yang dinilai sangat tidak wajar yang diklaim oleh Madura United disaat menghadapi Bhayangkara FC :

 

  1. Disaat tanggal 7 November 2017 pukul 21.30 ada rekomendasi keamanan yang diberikan oleh Polres telah dicabut. Pencabutan tersebut tidak diberikan kepada panpel, akan tetapi langsung diantarkan ke hotel match commisioner.

 

  1. Apel dari kemanan dihadiri oleh lebih dari 1,500 personil kepolisian dan juga satu ssk brimob yang bersenjata lengkap.

 

  1. Didalam briefing apel yang dilakukan komandan upara; “Hari ini semuanya bertugas dengan istimewa untuk mengamankan pertandingan yang juga sekaligus sebagai sang supporter kesebelasan kita.”

 

  1. Para polwan juga memberikan bunga kepada semua yang hadir dalam laga tersebut, termasuk kepada para pemain Madura United dengan hastag Bhayangkara Fc pasti Akan Juara.

 

  1. Pada saat berada dilorong depan ruang ganti, para pemain MU berdiri diantara lebih dari 50 personil brimob dengan perlengkapan sejata yang lengkap.

 

Bhayangkara FC sekarang ini tengah berada pada peringkat pertama klasemen sementara dengan terolehan 68 angka dan berjarak tiga angka dari Bali United yang ada diurutan kedua dengan terolehan 65 angka. Sementara itu, Madura United menduduki peringkat keempat klasemen sementara dengan terolehan 60 angka dan tertinggal sebanyak 2 angka dari PSM Makasar dengan terolehan 62 di urutan ke tiga.

 

Untuk pertandingan yang berikutnya dan pertandingan terakhir Liga Indonesia 1, Bhayangkara United akan menjamu Persija Jakarta pada tanggal 10 November 2017, sementara Madura United akan bertandang ke markas PSM Makassar untuk mencoba merebut peringkat ketiga di saat tanggal 12 November mendatang nanti.

 

Berbalik dari Madura United yang harus berjuang memenangkan pertandingan terakhir mereka untuk mendapatkan satu tiket menuju kompetisi Piala AFF, Bhayangkara sendiri sudah dipastikan akan menjadi sang juara karena mereka menang dalam head-to-head dengan Bali United, meskipun dalam pertandingan terakhir mereka mengakhirinya dengan kekalahan dan mereka berhak untuk medapatkan satu tiket playoff kompetisi Liga Champions Asia.