Latest News :
Selamat Datang di Agenliga.info – Agen Bola Terpercaya
Apabila Anda membutuhkan bantuan, silahkan Hubungi CS yang bertugas!!

Agen Bola - Agen Bola SBOBET - Agen Bola IBCBET - Bola Tangkas - Togel Online

Lovren Capek Dikritik Terus

Dejan Lovren

Dejan Lovren mengungkapkan dirinya capek terus menerus mendapatkan kritik. Akan tetapi kalau tak ada perbaikan dari si pemain, mana mau kritik itu hilang bukan?

Selama berkostum Liverpool sejak tahun 2014, Lovren dianggap tidak bisa memenuhi harga mahal ketika dibeli dari Southampton. Harga senilai 20 juta poundsterling ketika itu sudah terbilang tinggi untuk bek yang bukan berasal dari klub besar.

Nyaris 4 tahun kemudian, Lovren memang masih berada di dalam tim dan tidak seperti Mamadou Sakho yang dilepas Juergen Klopp karena masalah disiplin. Namun penampilan bek internasional Kroasia itu jauh dari kata memuaskan.

Lovren tak bisa bermain dengan konsisten dari pertandingan ke pertandingan dan justru sering melakukan blunder yang membuat timnya kehilangan poin. Contohnya di 2 pertandingan big match di musim ini di kandang Tottenham Hotspur dan Manchester United.

Ketika Liverpool takluk 1-4 dari Tottenham, Lovren dianggap tidak mampu menjaga Harry Kane yang mengakibatkan 2 kali bobolnya gawang Simon Mignolet. Sementara saat kalah 1-2 dari MU 3 pekan yang lalu, Lovren selalu kalah saat berduel udara dengan Romelu Lukaku.

Wajar kalau kritik demi kritik terus menghampiri Lovren yang dianggap sebagai biang kerok bobroknya lini belakang The Reds. Kalau ditanya kepada sebagian besar fans Liverpool, Lovren tentu menjadi salah satu pemain yang mesti dijual di musim panas nanti.

Kritik yang tiada hentinya itu pun membut Lovren menjadi gerah dan bersikeras dirinya masih penting untuk lini belakang Liverpool. Apalagi Klopp juga masih mempercayainya.

“Semua orang melakukan kesalahan, namun saat saya sekali tampil buruk di dalam 18 pertandingan, semua orang akan mengatakan, ‘Lihat, lihat, lihat’. Kenapa? Saya tak pantas mendapatkan hal itu. Orang-orang tak melihat kontribusi penting saya walaupun itu kecil. Mereka melihat tim menang 5-0 atas FC Porto, akan tetapi tak ada yang memuji saya” jelas Lovren.

“Ini merupakan tantangan. Tantangan untuk saya. Sesudah kesalahan, apakan Anda sudah siap move on? Saya langsung bangkit setelah kekalahan dari Tottenham Hotspur dimana saya ikut andil di dalam rentetan 18 pertandingan tidak terkalahkan. Pemain top tak butuh 6 atau 7 pertandingan, pemain top langsung bisa bangkit di pertandingan berikutnya” lanjut bek berusia 28 tahun itu.

“Namun terkadang orang-orang tak peduli dengan Dejan Lovren. Mereka cuma mencari-cari kesalahan saya yang selanjutnya” tegas Lovren.

Lovren di musim ini baru mencetak satu gol dan satu assist dari 31 penampilan di semua ajang. Bek kelahiran Zenica, 5 Juli 1989 itu punya 2.545 menit bermain dengan rata-rata 82 menit. Sejak kehadiran Virgil Van Dijk, Lovren kerap bergantian dengan Joel Matip menjadi duet bek asal Belanda itu.