Latest News :
Selamat Datang di Agenliga.info – Agen Bola Terpercaya
Apabila Anda membutuhkan bantuan, silahkan Hubungi CS yang bertugas!!

Agen Bola - Agen Bola SBOBET - Agen Bola IBCBET - Bola Tangkas - Togel Online

Josep Guardiola Cerita Soal Dirinya yang Tidak Menyenangi Taktik Tiki-Taka

Pep Guardiola

Josep Guardiola yang mencatatkan namanya didalam diri para penikmat sepak bola sebagai kreator taktik yang paling tersohor, Tiki-taka, saat masih digunakan di Barcelona dulu. Namun, pelatih Manchester City tersebut mengaku tidak terlalu menyenangi konsep tersebut.

Nama Josep Guardiola pun mencuat setelah dirinya berhasil membawa Barcelona meraih banyak prestasi di berbagai ajang. Bahkan pada musim perdananya sekalipun, ia bisa berhasil membawa Lionel Messi dan kawan kawannya menjadi juara di Liga Champions.

Goresan yang membanggakan itu tidak terlepas dari peran taktik sosok penciptannya (Josep Guardiola), Tiki-taka. Ia membuat Blaugrana (Barcelona) selalu tampil luar biasa dengan dominasi dari penguasaan bola dan juga tingginya jumlah operan antar pemain di sepanjang pertandingan tersebut.

Tak Suka Tiki-taka.

Namun, walaupun begitu ia tetap dikenal sebagai kreator Tiki-taka, Josep Guardiola mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu menyukai konsep itu. Baginya, tiki-taka bukanlah sebuah skema yang menyenangkan, meski terlihat seperti itu.

“Konsep Tiki-taka bukanlah sesuatu yang saya sukai. Memang terlihat begitu menyenangkan, akan tetapi sebenarnya malah sebaliknya tidak,” ujar Josep Guardiola seperti yang  dikutip dari Calciomercato.com.

“Rahasia dari Tiki-taka sendiri adalah penekanan yang dapat membuat lawan selalu berada di tempat yang kami inginkan,” lanjutnya.

Kembali ke Serie A

Untuk saat ini, Josep Guardiola sendiri sedang menjalani masa-masa gemilangnya bersama dengan Manchester City. Pada musim kemarin, ia sukses membawa Sergio Aguero dan kawan kawan dalam menjuarai Premier League dengan catatan yang bagus  dan memberikan kesan dengan rasa kagum dari para fans Manchester City, yakni koleksi 100 poin.

Meskipun begitu, tidak ada jaminan bahwa dirinya untuk bisa melatih lama di Etihad Stadium. Dan jika dirinya harus pergi nanti, ia tertarik untuk kembali menjajal Serie A yang pernah ia cicipi waktu masih aktif bermain dulu.

“Kembali ke Serie A? kenapa tidak. Beberapa tahun yang lalu saya tidak berpikir untuk bisa melatih Barcelona, Manchester City, Bayern Munchen, dan juga menjajal Jerman,” tutupnya.