Latest News :
Selamat Datang di Agenliga.info – Agen Bola Terpercaya
Apabila Anda membutuhkan bantuan, silahkan Hubungi CS yang bertugas!!

Agen Bola - Agen Bola SBOBET - Agen Bola IBCBET - Bola Tangkas - Togel Online

Ivan Rakitic: MU Patut Disegani Setelah Comeback di Paris

Ivan rakitic

 

Secara logika, Barcelona lebih diunggulkan dari Manchester United. Akan tetapi gelandang Barcelona, Ivan Rakitic, yakin MU patut disegani setelah berhasil melakukan comeback di Paris.

Barcelona dan MU akan berhadapan pada babak perempatfinal Liga Champions. Di leg I, Barcelona terlebih dulu bertandang ke Old Trafford (10/4/2019), sebelum gantian menjadi tuan rumah di Camp Nou sepekan kemudian.

Tak dapat dipungkiri jika Los Cules merupakan salah satu tim favorit juara di musim ini. Pasalnya Barcelona begitu konsisten di sepanjang musim ini dan masih bertahan di dalam perburuan treble winners.

Sebaliknya, di musim ini MU malah tampil naik turun. The Red Devils baru kembali menanjak sesudah ditukangi Ole Gunnar Solskjaer. Solskjaer pula yang memimpin MU melakukan comeback di kandang Paris Saint-Germain dengan kemengan 3-1 (agregat 3-3) pada leg II babak 16 besar.

“Kami sudah melihat betapa bagusnya Manchester United dan kami tau jika klub-klub asal Inggris sekarang ini sedang tampil tangguh” kata Rakitic.

“MU sedang berada dalam kondisi bagus dan mampu mencetak 3 gol di Paris adalah hal yang luar biasa. Anda mesti menghormati MU untuk comeback yang mereka lakukan, untuk organisasi dan pertarungan yang dilakukan tim dengan begitu banyak pemain muda” sambung gelandang internasional Kroasia berusia 31 tahun itu.

Untuk menyingkirkan PSG, MU bertahan kokoh dengan mengandalkan serangan balik. Strategi yang sama diyakini akan kembali diusung Solskjaer karena akan menghadapi ancaman dari Lionel Messi dan Luis Suarez.

“Anda mesti tau kekuatan terbaik dari tim ANda dan manajer baru MU sepertinya sudah tau. Jika Anda mesti bertarung sedikit lebih keras atau memainkan serangan balik maka lakukan saja apa yang terbaik” lanjut Rakitic.

“Banyak tim yang ingin bermain seperti Barcelona dan mempunyai penguasaan bola yang besar. Akan tetapi jika Anda mempunyai penguasaan bola dan akhirnya kalah, maka itu semua akan percuma dan aku pun pastinya tidak akan senang” tutup gelandang kelahiran Rheinfelden, 10 Maret 1988 itu.