Latest News :
Selamat Datang di Agenliga.info – Agen Bola Terpercaya
Apabila Anda membutuhkan bantuan, silahkan Hubungi CS yang bertugas!!

Agen Bola - Agen Bola SBOBET - Agen Bola IBCBET - Bola Tangkas - Togel Online

Barcelona dan Bilbao Pertemuan Terakhir Terjadi Kembali

Barcelona vs Athletic Bilbao

Pada akhir final 2012 Copa del Rey silam, dimana pada masa tersebut masih dalam naungan manajer Barcelona Pep Guardiola yang tampil di lapangan teapatnya di Vicente Calderon, membawa kemenangan mutlak untuk keluar sebagai pemenang. Untuk feedback sebuah kenangan, Pep yang berhenti sebentar dan dia yang meletakkan trofi turun antara, kemudian melakukan pose untuk satu foto terakhir sebelum berjalan pergi melalui terowongan dan tidak akan kembali lagi di musim depan nanti saat dia hendak hijrah ke liga Jerman.

Sementara itu, di ruang ganti Bilbao, melihat perilaku dari Pep Guaradiola mereka telah bertanya-tanya apakah mereka mungkin juga tidak pernah akan datang kembali adi final Copa ataupun berada di final dengan bertemu Barcelona. Marcelo Bielsa itu menganalisis musim dengan pemainnya, penawaran mereka sebagai hadiah perpisahan. ” Perpisahan ini telah berakhiar dengan buruk, Tuan-tuan,” kata manajer Bilbao dari malam kekalahan 3-0, pada kutipan Agen Liga Sbobet.

Bilbaoa telah pernah mencapai final Liga Europa dan juga mencapai Copa del Rey di final dan kalah juga. Tiga tahun setelah akhir terakhir mereka, kesempatan unik ini pergi begitu saja. Sampai berapa tahun itu akan berakhir terus pada kekalahan bagi Bilbao?

Seperti yang terjadi, tiga tahun lebih lanjut. Pada Rabu malam, setelah gol dari Xabier Etxeita dan Aritz Aduriz jelas Athletic Club mengalahkan Espanyol dengan agregat 3-1, Iker Muniain mengaku bahwa mereka sebelumnya takut mereka mungkin tidak pernah mencapai final lagi. Seperti sebuah mimpi, mereka memiliki kesempatan ke final dan akan bermain bertemu dengan Barcelona sekali lagi, setelah Barcelona mendapatkan tempat mereka dengan kemenangan di Villarreal 3-1 yang menampilkan dua gol dari Neymar dan satu dari Luis Suarez.

Sudah tercatat pula bahwa,ada delapan pertemuan antara Athletic dan Barcelona, dalam enam tahun terakhir ini.

Diragukan Muniain sudah cukup ahli membawa Athletic Bilbao mengalahkan Barcelona seperti awal pertarungan mereka di final tahun 1984 tetapi,Athletic Bilbao kembali pada tahun 2009 pada final round dan kembali kalah dari Barca; Tiga tahun setelah itu, mereka kalah lagi. Seperti yang telah di ketahui oleh awak media Agen Liga Sbobet, tim Basque tahu bahwa peluang yang terbatas bagi mereka untuk menang. Tapi sekarang, di sini merekaa ditantang lagi, dan berusaha mencari keberhasilan pertama dalam 31 tahun terakhir pertemuan mereka. Dan melawan lawan yang sama juga.

Final Piala Raja atau biasa yang di kenal dengan sebutan Copa del Rey akan bermain di depan raja yang berbeda pula – Felipe VI – saat ini yang memimpin dan jika sesuai sejarah membuatnya terdengar seperti sudah tidak asing akan pertemuan Athletic vs Barcelona adi final, itu tidak menjadi sebuah kejadian baru. Muniain benar dan bahkan sebagai kompetisi musim ini mencapai tahap semifinal, bahkan mencapai leg kedua dengan kedua Villarreal, tertinggal agregat 3-1, dan Espanyol 1-1 harapan akhir mereka ini menjadi sebuah kejutan pribadi, ini tidak ada kepastian kesimpulan.

“Kami di sini untuk memenangkan gelar,” katanya. Adapun Ernesto Valverde, yang merupakan manajer Athletic Bilbao, ia menggambarkannya sebagai sebuah “mimpi” bagi Bilbao untuk menang. Athletic Club Bilbao dan FC Barcelona akan bertemu lagi di final Copa del Rey. Yang banyak kita ketahui setelah tadi malam; apa yang kita tidak tahu adalah di mana mereka akan bermain dan bertemu selanjutnya.

Seperti yang Agen Liga Sbobet kutip dari Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu yang merasa setuju dengan Iniesta, yang dimana mereka sangat menolak bila final Copa del Rey di lakukan di Santiago Bernabue, tanah dari rival bebuyutan mereka dengan masalah pribadi mereka. Josep merasa Madrid mendapatkan berkah dari kehebatan mereka dan itu tidak pantas.

Namun apa daya, sesuai dengan hasil saat ini tahun itu mereka kemungkinan akan bermain di Santiago Bernabeu. Real Madrid menyatakan bahwa ada bangunan pekerjaan yang berlangsung, bilapun pasti dijadikan menjadi tuan rumah final bagi laga Bilbao dan Barcelona, maka perbaikan utama mereka ialah memperbaiki toilet. Mereka tidak pernah secara terbuka mengatakan bahwa mereka hanya tidak ingin menjadi tuan rumah final, mereka juga tidak menawarkan alasan mengapa tidak. Kemungkinan Madrid juga menolak membiarkan rival mereka menginjakan kaki rival mereka di rumput mereka tanpa kehadiran mereka.

Isu-isu akan ada-nya sesuatu yang lebih mendasar, keinginan untuk tidak melihat saingan merayakan keberhasilan dalam stadion mereka, penolakan untuk memberi mereka sesuatu. Seandainya Real Madrid bisa naik di atas itu, dan masih mungkin tentu saja, final akan berakhir di Bernabue, namun slogan pada media sosial dan radio lokal telah berbunyi ” Tidak Akan Terjadi Di Bernabue “. Dan untuk semua perdebatan, jika Madrid tidak ingin menyerahkan stadion mereka, dan itu adalah hak mereka, baik atau tidak hasilnya nanti, maka itu adalah akhir dari final Copa musim ini. Pada sangat dasar pemikiran pecinta bola ialah, tingkat manusia itu sangat disayangkan dalam penyambutan mereka hanya pada kapasitas penonton yang sangat minim.

” Tidak peduli di mana terakhir kami akan bermain, yang penting adalah kami berhadil berada di final Copa del Rey,” kata Luis Enrique seakan sengaja mengejek rival mereka. Disisi lain, bintang baru Barcelona yang di boyong dari Liverpool musim lalu pun, Suarez mengakui kepada Agen Liga Sbobet, ” Saya akan pastikan di final kali ini, semua penonton akan menikmati pada posisi bagaimana pun “